ads

Ikan mas sudah banyak dikenal masyarakat karena dagingnya enak, rasanya gurih, dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1981). Ikan mas mengandung protein 4,5 gram, karbohidrat 23,1 gram, dan lemak 0,2 gram. Tidak mengherankan jika minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan mas tak pernah pudar seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat. Bahkan bentuk-bentuk penyajian ikan mas semakin berkembang. Jika dahulu ikan mas hanya digoreng dan dibakar, sekarang sudah banyak tersaji dalarn berbagai menu, seperti pindang dan pepes ikan mas atau menu-menu lainnya, dengan cara tradisional maupun modern. Menu ikan mas disajikan di rumah makan sederhana, restoran kelas menengah, sampai restoran kelas atas.
Budidaya Ikan Mas
Ikan Mas

Dibandingkan dengan jenis ikan air tawar yang lain, ikan mas mempunyai keunggulan, yaitu produktivitasnya tinggi. Hal ini disebabkan proses pertumbuhan ikan mas lebih cepat, tetapi proses pematangan kelamin lambat. Lambatnya proses pematangan kelamin menyebabkan sebagian besar energi pertumbuhan ikan mas digunakan untuk menambah berm baciannya. Selain itu, ikan mas  tahan terhadap berbagai jenis penyakit dan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu lingkungan. Sitar-sifat unggul inilah yang menyebabkan ikan mas banyak dibudidayakan oleh masyarakat, baik dalam skala kecil dan besar. Budidaya ikan mas skala kecil biasanya dilakukan dengan cara membangun kolam pemeliharaan yang memanfaatkan lahan di pekarangan rumah dan bertujuan untuk konsumsi keluarga. Budi daya ikan mas skala besar bertujuan untuk komersial atau dijual. Karena itu, harus dilengkapi dengan pengetahuan, teknik, manajemen yang terencana, serta analisis biaya produksi yang akurat sehingga mantap kualitas, dan kontinuitas produk dapat terus dijaga.

Ada lima tahapan produksi dalam pembudidayaan ikan mas. Kelima tahapan ini saling terkait satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan karna merupakan proses pertumbuhan ikan mas dari pembenihan sampai menjadi ikan mas yang siap dikonsumsi. Bagi yang berminat membudidayakan ikan mas dapat memilih salah satu atau semua tahapan yang ada sesuai dengan kemampuan modal, kondisi geografis lahan, sumber air, dan prasarana yang dimiliki.
  1. Pembenihan - Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemilahan, penetasan telur,dan perawatan larva, Benih yang dihasilkan mencapai ukuran 1-3 cm. Jenis kolam yang dipakai untuk usaha pembenihan adalah kolam yang dasarnya terbuat dari tanah dan pematangnya ditembok atau kolam yang bagian dasar dan pernacangannya terbuat dari tanah.

  2. Pendederan - kegiatan pendederan meliputi pemeliharaan benih ikan mas yang berukuran 1-3 cm yang diperoleh dari basil usaha kegiatan pembenihan. Ikan mas ini dipelihara hingga mencapai ukuran 3-8 cm. Jenis kolam yang dipakai sama seperti halnya kolam pembenihan, yaitu kolam yang dasarnya terbuat dari tanah dan pematangnya ditembok atau kolam yang bagian dasar dan pematangnya terbuat dari tanah.

  3. Pembesaran - Usaha pembesaran dimulai dari pemeliharaan benih berumur antara 3-- 6 bulan atau berukuran 5-8 cm yang diperoleh dari kegiatan pendederan hingga diperoleh ikan mas ukuran konsumsi. Jenis kolam yang dipakai adalah kolam kafling terapung dan kolam air deras. Selain itu, dapat dilakukan dalam kolam-kolam konvensional yang bersifat tradisional atau semi-intensif

  4. Penampungan - Kegiatan usaha penampungan dimaksudkan untuk menampung ikan mas ukuran konsumsi sebelum sampai di tangan konsumen. Fungsi utama penampungan adalah untuk mengembalikan kesegaran ikan mas dan mengosongkan isi saluran pencernaan ikan agar air selama pengangkutan tidak kotor. Penampungan cukup dilakukan dalam waktu 1-2 hari dan selama proses berlangsung ikan tidak boleh diberi pakan. Kolam penampungan dapat berupa bak penampungan yang terdiri dari bak penampungan ikan, bak penyaring air, pompa, dan pipa pemasukan.

  5. Pemasaran - Kegiatan pemasaran dilakukan dari memasarkan hasil permbenihan, hasil pendederan, hasil pembesaran, dan hasil penampungan. Hasil pembenihan dan pendederan biasanya dipasarkan  ke petani di lingkungan sekitar usaha pemeliharaan, tetapi ada juga yang diperdagangkan di pasar ikan budidaya. Pemasaran hasil usaha pembesaran biasanya dikirirn Iangsung he konsumen, baik dengan cara dijual ke pasar ikan konsumsi maupun dijual langsung ke pasar umum. Ikan hasil pembesaran ada kalanya ditampung terlebih dahulu dalam suatu bak penampungan oleh pedagang besar (pedagang produsen) sebelum dipasarkan ke pedagang eceran atau ke konsumen.
Dan kelima tahapan di atas, dan tahapan pembesaran, pemeliharaannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar pekarangan rumah. Ikan mas sangat mernungkinkan dipelihara di kolam-kolam pekarangan selama kondisi lingkungannya cocok bagi ikan mas. Kondisi lingkungan yang dimaksud meliputi tekstur tanah, ketersediaan sumber air, kandungan oksigen, keaman peraiiran, dan faktor-faktor eksternal yang meliputi aspek sosial dan ekonomi. Selain untuk usaha pembesaran, pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan.

 Untuk tempat penampungan dibutuhkan kolam bak penampungan yang berfungsi mampu menampung ikan mas ukuran konsumsi sebelum sampai ke konsumen. Pemeliharaan ikan mas di pekarangan tentu saja sangat menguntungkan karena disamping mudah mengawasinya, juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga yang memeliharanya.

Selamat mencoba usaha di pekarangan anda, kesuksesan dimulai dari peluang di lokasi terkdekat anda. Semoga bermanfaat.

Post a Comment