Komisi
Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, yakni Maharani Suciyono Selasa malam, 29
Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, Maharani ini diduga sedang
bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. "Mereka sedang
berdua-duaan," ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.
Menurut sumber
tersebut, Maharani
yang usianya diperkirakan 19-20 tahunan itu berasal dari sebuah Universitas
Moestopo Beragama di Jakarta Selatan. Mahasiswi sebuah universitas swasta yang
ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata sempat membeli iPhone baru
sebelum bertemu Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta. Maharani Suciyono tiba di Hotel Le
Meridien pukul 18.30 yang seharusnya bertemu dengan Fathanah di Hotel Le Meridien pukul 17.00 pada
29 Januari 2013.
Setiba di
hotel, Maharani tidak langsung menuju kamar di lantai 17 yang sudah dipesan.
Tapi, dia menunggu di restoran La Brasserie di lantai dasar Le Meridien. Tak
lama kemudian, Fathanah menghubunginya lewat telepon dan meminta Maharani
menemui di ruang merokok. "Saya di smoking
area. Saya melihatmu memakai baju hitam," tulis Fathanah dalam
pesannya ke ponsel Maharani.
Kepada penyidik
KPK, Maharani mengaku pertama kali bertemu Fathanah di sebuah kafe di Senayan City pada 28 Januari. Fathanah
menuliskan nomor ponselnya di secarik kertas dan dititipkan ke pelayan kafe
untuk diserahkan kepada Maharani. Sehari kemudian, Maharani membuat janji
bertemu di Le Meridien. Pada saat itulah KPK menangkap mereka berdua di sebuah
kamar di lantai 17.
Saat tangkap
tangan itu, Maharani diberi uang Rp 10 juta berupa segepok lembaran Rp 100
ribu. "Saya tak pernah menghitungnya," katanya. Uang itu kini sudah
diserahkan ke KPK.




